Jumat, 02 Desember 2011

Daftar 10 Besar Universitas terbaik di Asia

Dari ratusan Universitas yang ada di Asia, 10 yang terbaik berdasarkan peringkat yang dikeluarkan olehQS Top Universities 2010 adalah sebagai berikut:
1. University of Hongkong – Hongkong (100)*
2. Hongkong University of Science and Technology – Hongkong (99.00)
3. National University of Singapore (NUS)- Singapura (98.60)
4. The Chinese University of Hongkong – Hongkong (98.40)
5. The University of Tokyo – Jepang (97.80)
6. Seoul National University – Korea Selatan (97.00)
7. Osaka Univesity – Jepang (96.40)
8. Kyoto University – Jepang (96.10)
9. Tohoku University – Jepang (94.70)
10. Nagoya University – Jepang (94.20)
*angka dalam kurung (100) merupakan skor yang diberikan oleh QS Top Universities 2010
Dari 10 daftar universitas terbaik Asia diatas, hanya diisi oleh empat negara, yaitu Hongkong (3 universitas), Singapura dan Korea Selatan (masing-masing 1 universitas), dan paling banyak diisi oleh Universitas dari Jepang (5 universitas).
1. University of Hongkong – Hongkong (100)*
Dari 10 daftar universitas terbaik Asia diatas, hanya diisi oleh empat negara, yaitu Hongkong (3 universitas), Singapura dan Korea Selatan (masing-masing 1 universitas), dan paling banyak diisi oleh Universitas dari Jepang (5 universitas).

Berdiri : Tahun 1911
Motto : Sapientia Et Virtus (Latin) – “Kebijaksanaan dan Kebajikan”
Chancellor: Sir Donald Tsang
Alamat : Pokfulam, Hongkong
Website : www.hku.hk
Bahasa Pengantar : Bahasa Inggris
Fakultas-fakultas :
1. Fakultas Arsitektur
2. Fakultas Seni
3. Fakultas Bisnis dan Ekonomi
4. Fakultas Kedokteran Gigi
5. Fakultas Pendidikan
6. Fakultas Teknik
7. Fakultas Hukum
8. Fakultas Kedokteran Li Ka Shing
9. Fakultas Ilmu Pengetahuan (Science)
10. Fakultas Ilmu Sosial
2. Hongkong University of Science and Technology – Hongkong (99.00)

Computer science is the discipline that studies the structure, function, and applications of computers as well as the interconnection of computers. Covering topics in the areas of foundations of computer science and computer engineering, artificial intelligence, networking, computer graphics, multimedia computing, software and web technologies, and data and knowledge-base systems, the Computer Science programs at this University are dedicated to educate students and to advance research in computer and information technology; as well as to assist in the development and growth of the information industry in the region.
Through the efforts of researchers and engineers, computers have evolved from large, slow, expensive, and very specialized systems to small, fast, affordable, and ordinary tools that are part of virtually everyone’s life. Advances in networking technologies and human-computer interfacing technologies have further created a digital culture. The ubiquitous nature of computers in today’s workplace and home environment is making computer literacy a requirement not only for all professionals in industrial societies but also for everybody living in the digital culture.
Computer Science is still a young field. Although we have witnessed numerous advances in the past, this is only the beginning of a new revolution as the potential of information technology has not yet been fully realized. Information technology is in the midst of a revolution as we move from explicit interactions with disconnected computing devices to implicit and pervasive interactions with highly interconnected, integrated digital resources embedded in the environments in which we work, live, learn, and play. The impact of computer science and information engineering will be broad and deep. Computer Science programs at HKUST prepare students for exciting challenges and new opportunities that help to bring such impact to our lives.
The Department offers a full range of courses to meet the needs of its own students and those from other departments. Its programs lead to the BEng, MPhil, and PhD degrees. Aside from taking computer science courses, students are encouraged to design individual study plans tailored to their own interests.

3. National University of Singapore (NUS)- Singapura (98.60)

A leading global university centred in Asia, the National University of Singapore (NUS) offers a global approach to education and research, with a focus on Asian perspectives and expertise. Its transformative education includes a broad-based curriculum underscored by multi-disciplinary courses and cross-faculty enrichment, as well as special programmes which allow students to realise their potential. Over 36,000 students from 100 countries further enrich the community with their diverse social and cultural perspectives, making campus life vibrant and exciting.
We invite you to explore the NUS web and discover how the University is striving to excel globally with new initiatives in education, research and enterprise.

4. The Chinese University of Hongkong – Hongkong (98.40)

5. The University of Tokyo – Jepang (97.80)

The university was chartered by the Meiji government in 1877 under its current name by amalgamating older government schools for medicine and Western learning. It was renamed “the Imperial University (帝國大學, Teikoku daigaku?)” in 1886, and then Tokyo Imperial University (東京帝國大學, Tōkyō teikoku daigaku?) in 1887 when the Imperial University system was created. In 1947, after Japan’s defeat in World War II, it re-assumed its original name. With the start of the new university system in 1949, Todai swallowed up the former First Higher School (today’s Komaba campus) and the former Tokyo Higher School, which henceforth assumed the duty of teaching first and second-year undergraduates, while the faculties on Hongo main campus took care of third and fourth-year students.
Although the university was founded during the Meiji period, it has earlier roots in the Astronomy Agency (天文方; 1684), Shoheizaka Study Office (昌平坂学問所; 1797), and the Western Books Translation Agency (蕃書和解御用; 1811).[6] These institutions were government offices established by the 徳川幕府 Tokugawa shogunate (1603–1867), and played an important role in the importation and translation of books from Europe.
Kikuchi Dairoku, an important figure in Japanese education, served as president of Tokyo Imperial University.
For the 1964 Summer Olympics, the university hosted the running portion of the modern pentathlon event.[7]
* Law
* Medicine
* Engineering
* Letters
* Science
* Agriculture
* Economics
* Arts and Sciences
* Education
* Pharmaceutical Sciences
Graduate schools
* Humanities and Sociology
* Education
* Law and Politics
* Economics
* Arts and Sciences
* Science
* Engineering
* Agricultural and Life Sciences
* Medicine
* Pharmaceutical Sciences
* Mathematical Sciences
* Frontier Sciences
* Information Science and Technology
* Interdisciplinary Information Studies
* Public Policy

6. Seoul National University – Korea Selatan

Didirikan 1905
Jenis Swasta
Motto bahasa Korea: 자유·정의·진리
bahasa Latin: Libertas, Justitia, Veritas
(Liberty, Justice, Truth)
Presiden Lee Gi-soo
Mahasiswa 28.568 (2008)
Sarjana 19.454 (2008)
Magister 9.114 (2008)
Kampus Urban
Lokasi Seoul, Korea Selatan
Warna Crimson
Julukan 고대 (Godae), KU
Maskot Harimau
Angkutan umum lihat di bawah
Situs web www.korea.ac.kr (Korean), www.korea.edu (English)
l • d • s
Universitas Korea
Hangul 고려대학교
Hanja 高麗大學校
Alih aksara
Baru Goryeo Daehakgyo
Reischauer Koryŏ Taehakkyo
Universitas Korea atau Korea University adalah salah satu universitas swasta terkemuka di Seoul, Korea Selatan dan memiliki dua kampus, yaitu kampus Anam (terbesar) dan kampus kedua di Jochiwon. Universitas Korea didirikan pada tahun 1905, merupakan salah satu tiga besar universitas terbaik di Korea Selatan. Universitas Korea terdiri dari 81 departemen, 15 sekolah tinggi, dan 75 lembaga penelitian. Jumlah total mahasiswa mencapai 30.000 orang, mencakup program sarjana, magister, dan doktor. Sebagai bagian dari usaha globalisasinya, Universitas Korea telah mengadakan program pertukaran mahasiswa dengan universitas-universitas lain di seluruh dunia.[1]
// <![CDATA[//
Universitas Korea didirikan tahun 1905 dengan nama Bosung College pada masa-masa terakhir Dinasti Joseon ketika Korea saat itu sedang dalam awal Penjajahan Jepang. Bosung College adalah institusi modern pertama untuk pendidikan tinggi di Korea dengan presiden Hae-Uoung Shin. Sebagai institusi akademis yang berhaluan nasionalis, Universitas Korea dianggap sebagai simbol kebanggaan nasional selama masa kolonialisme Jepang (1910-1945). Pada tahun 1932, Sung-su Kim mengambil alih universitas ini dikarenakan krisis keuangan yang diakibatkan oleh campur tangan pemerintahan kolonial Jepang. Kim membangun lembaga Akademi Jung Ang untuk mendanai universitas. Namanya pun berubah di tahun 1946 menjadi Universitas Korea ketika 3 buah universitas lain didirikan dan institusinya disahkan sebagai universitas. Presiden pertama setelah namanya diubah adalah Sang-Yoon Hyun.
Pada masa Repubilk keenam Korea Selatan, dibawah pengaruh presiden Roh Moo-hyun, universitas mulai bekerja sama dengan banyak institusi pendidikan lain di seluruh dunia. Sebuah program untuk memodernkan dan mengembangkan universitas telah dibuka, dimulai dengan pembangunan Central Plaza tahun 2002, fasilitas parkir bawah tanah terluas di Korea Selatan.
Presiden Universitas Korea saat ini adalah Dr. Ki-Soo Lee.
Dalam negeri
Universitas Korea adalah salah satu universitas yang disebut Universitas "SKY". Akronim itu adalah singkatan dari inisial 3 buah universitas terbaik dan paling selektif di Korea: Universitas Nasional Seoul, Universitas Korea, dan Universitas Yonsei. Universitas Korea sangat terkenal akan bentuk nasionalisme yang disuarakannya di masa penjajahan. Selain itu dikenal pula akan kualitas pendidikannya yang sangat bermutu. Pada tahun 2003, jumlah lulusan dan mahasiswa dari jurusan hukum yang mengikuti bar examination hanya 151 orang yang lulus dari jumlah 905 orang yang mengikuti ujian tersebut.[1] Penerimaan mahasiswa baru pun sangat ketat karena masuk Universitas Korea dan 2 universitas SKY lain dianggap sebagai tiket menuju kesuksesan dan kehormatan bagi masyarakat Korea.[2] Pada tahun 2007, Menteri Pendidikan Korea Selatan menyatakan Universitas Korea memiliki program MBA terbaik di Korea.[3]
Universitas Korea menduduki ranking 150 di dunia pada bulan Oktober 2006 dalam survei oleh The Times Higher Education Supplement,[4] lebih baik daripada ranking 184 yang dicapai tahn 2005, ketika Dpartemen Ilmu Pengetahuan Sosial menduduki peringkat 66, dan Kesenian Liberal ranking ke-89.
Kementerian Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia menyatakan bahwa Universitas Korea menduduki peringkat 153 di dunia dan ke-4 di Korea, berdasarkan jumlah paper yang diterbitkan di jurnal Science Citation Index[5], [6]. Menurut Peringkat Akademik Universitas Dunia oleh Universitas Jiao Tong Shanghai di Republik Rakyat Tiongkok, Universitas Korea menduduki peringkat ke 301-400[7]. Jurusan bisnis di Universitas Korea juga mendapat pengakuan dunia internasional dengan mendapat sertifikasi Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) untuk level mahasiswa dan sarjana dan European Quality Improvement System (EQUIS) untuk pertama kalinya di Korea, yang disebut sebagai 2 seritifikasi tertinggi di dunia untuk jurusan pendidikan bisnis.[8]
Euh Yoon-dae, presiden universitas berikutnya, memulai sebuah proyek besar di tahun 2003, yakni “Global KU Project”, yang menempatkan Universitas Korea di dalam jajaran 100 universitas terbaik di dunia. Proyek ini mengembangkan program pertukaran mahasiswa, dan juga meningkatkan jumlah pengajaran dalam bahasa Inggris sampai 30 persen serta membangun Kampus Musim Panas Internasional.[9].
Pada tahun 2003, Universitas Korea mengukir prestasi dengan mengembangkan proyek untuk internasionalisasi. Kementerian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Korea Selatan melakukan evaluasi terhadap universitas Korea dan 120 universitas lainnya di Korea Selatan dan termasuk proses penerimaan mahasiswa dan inspeksi ketat secara langsung. KU mendapat nilai yang sangat tinggi untuk pengajaran bahasa Inggris yang terstandarisasi melalui pengembangan pendidikan berbahasa Inggris dan proyek inovatif untuk globalisasi. Pada tahun 2006, harian Joongang Ilbo, yang merupakan salah satu media cetak terkemuka Korea Selatan menempatkan Universitas Korea ke peringkat 2 sebagai univeristas paling global, setelah KAIST.[10] [11]
Dua rival, Universitas Korea dan Unvirsitas Yonsei, yang menempati peringkat atas universitas swasta Korea, dikenal pula akan tradisi, semangat dan kekuatan akademik dan olahraganya. Karena begitu sengitnya persaingan keduanya, pendukung Universitas Korea yang mengenakan atribut warna merah menyebut liga olahraga dengan nama “Ko-Yon Games,” sementara para pendukung Yonsei dengan atribut warna biru menyebutnya “Yon-Ko”. Lima pertandingan: (baseball, basket, hoki es, rugby, dan sepak bola) diadakan setiap tahunnya. [12]
* Korea University Law School
* Korea University Business School
* College of Liberal Arts
* College of Life sciences and Biotechnology
* College of Political Science and Economics
* College of Science
* College of Engineering
* Korea University Medical School
* College of Education
* College of Nursing
* College of Art and Design
* College of Information and Communications
* Division of Journalism and Mass Communication
* Division of International Studies
* College of Health Sciences (Kampus Seochang)
* College of Humanities (Kampus Seochang)
* College of Business and Economics (Kampus Seochang)
* College of Science and Technologies (Kampus Seochang)
* Division of Public Administration (Kampus Seochang)
Alumni terkenal
* Lee Myung-bak: presiden Korea Selatan sekarang; mantan walikota Seoul
* Oh Se-hoon: walikota Seoul kini
* Choi Tae-won: pemimpin SK Corporation
* No Hwe Chan: mantan anggota Dewan Nasional(Gukhoe). Anggota Partai Buruh Demokratik atau KDLP
* Kim Seung Yoo: pemimpin Hana Financial Group
* Young-Kee Kim: Deputy Director Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab), pemenang penghargaan Ho-Am.
* Lee Hak Soo: Wakil pemimpin Samsung Group
* Hwang Young-Cho: Peraih medali emas maraton di Olimpiade Barcelona (1992)
* Chang Ha Sung: Penggerak akitivis pemegang saham skala kecil di Korea dan pendiri Korea Corporate Governance Fund atau “Chang Ha Sung” Fund
* Gil-Sung Park: profesor sosiologi
* Hong Myung-Bo: Pemenang Bola Perunggu FIFA World Cup 2002
* Cha Bum-Kun: MVP Bundesliga di musim 85~86
* Chung Eui-sun: Presiden Kia Motors
* Kim Yong-ok, sastrawan
* Sung Si Kyung, penyanyi pop
* Kim Suk Ki: Pendiri, Presiden & CEO Silicomtech, sekarang adalah profesor di jurusan College of Engineering.
* Hong, Junepyo : anggota dewan
* Shin, Jun Kyu : konsultan resiko dan pengusaha Beating the Market
Kampus Anam Campus terletak di: 37°35′30″N 127°1′45″E / 37.59167°N 127.02917°E / 37.59167; 127.02917, yang mana bila dimasukkan ke Google Earth dan dilihat dari ketinggian 2000 meter, akan tampak keseluruhan wilayah kampus
* Dua buah stasiun di Kereta Bawah Tanah Seoul Jalur 6 dari Kereta Bawah Tanah Metropolitan Seoul, Stasiun Universitas Korea (고려대역/Goryeodaeyeok) dan Stasiun Anam (안암역), khusus disediakan untuk Universitas Korea.
* Kampus Anam dapat dicapai dengan bus-bus berikut:
o 100, 144, 163, 273, 1017, 1111, 7211, Seongbuk 20, Seongbuk 21 (gerbang utama kampus Anam)
o 100, 144, 163, 273, 1111, 1212, Seongbuk 04 (jurusan Colleage of science, Rumah Sakit Anam Universitas Korea)

Ada gag nii yang mau masuk kampus ini???? kayaknya seruuu banget,.. DO’ain Q oneday bisa kuliah disana ea??!!!HEHEHE^^
Bagaimana dengan Universitas dari Indonesia?
Yup, sebagai warga negara Republik Indonesia, tentu kita juga mau melihat beberapa Universitas dari indonesia nongkrong di 10 Urutan teratas Universitas terbaik Asia. Tapi untuk tahun 2010 sepertinya wish itu belum terealisasi. Tapi nggak usah kecewa, soalnya beberapa Universitas dari Indonesia juga masuk chart-nya QS Asian University Rankings. Berikut adalah urutannya.
1. Universitas Indonesia (UI) – peringkat 50 (68.60)*
2. Universitas Gadjah Mada (UGM) – peringkat 85 (58.50)
3. Universitas Airlangga (Unair) – peringkat 109 (52.50)
4. Institut Teknologi Bandung (ITB) – peringkat 113 (52.20)
5. Institut Pertanian Bogor (IPB) – peringkat 119 (49.90)
6. Universitas Diponegoro (Undip) – peringkat 161 (N/A)
7. Universitas Padjadjaran (Unpad) – peringkat 161 (N/A)
*angka dalam kurung (58.60) merupakan skor yang diberikan oleh QS Top Universities 2010
*(N/A) berarti data tidak tersedia (Not Available)
Dilihat dari peringkat diatas, dimana peringkat tertinggi diraih oleh Universitas Indonesia (UI) dengan peringkat ke 50 dengan skor 68.60 masih ketinggalan dengan beberapa Universitas negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Mahidol University – Thailand yang menempati peringkat ke 28 dengan skor 80.20 – jauh diatas skor Universitas Indonesia, dan University Malaysia di peringkat 42 dengan skor 73.80. Apalagi bila dibandingkan dengan National University of Singapore yang berada diperingkat 3 Universitas Terbaik Asia.
Tentunya masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki baik sistem maupun sarana dan prasarana pendidikan kita, sehingga kualitas pendidikan yang ujung-ujungnya berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat lebih kompetitif lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar